L-T

101 Lethargy Tingkat kesadaran yang menurun disertai pusing, pendengaran berkurang dan apati; keadaan tidak acuh.
102 LFTs (Liver Function Tests) Tes fungsi liver
103 LTBI (Latent TB infection) Infeksi Tuberkulosis Laten)
104 MAC (Mycobacterium Avium Complex) Kelompok bakteri yang secara genetik berhubungan dengan genus mycobacterium.Salah satu infeksi oportunistik pada pasien HIV disebabkan oleh MAC.
105 Mania Fase kelainan bipolar yang ditandai oleh euforia, agitasi, hipereksitabilitas, hiperaktivitas serta peningkatan kecepatan berpikir dan ide.
106 MAO (Monoamin Oksidase) Ensim yang mengkatalisis oksidasi monoamin.MAO ditemukan berikatan pada membran luar mitokondria pada banyak sel di dalam tubuh.
107 MAP (Mean Arterial Pressure) Rata-rata tekanan darah seseorang
108 Meningomyelocele Anomali perkembangan yang ditandai oleh kelainan penutupan selubung tulang pada medula spinalis, dimana selaput meninges dapat menonjol keluar.
109 Metode ABTS Uji kadar glukosa darah secara in vitro dengan menggunakan metode glukosa oksidase dan peroksidase menggunakan diammonium azinobiasethyldihydrobenzothiazole sulfonic acid (ABTS)
110 Metode DMSO Uji kadar serum bilirubin dengan menggunakan dimethylsulfoxide sebagai reagen.
111 MI (Myocardial Infarction) Infark Miokardiak
112 Myalgia Nyeri otot yang merupakan gejala dari banyak penyakit dan gangguan pada tubuh. Penyebab umum myalgia adalah penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu tegang.Myalgia yang terjadi tanpa riwayat trauma mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Myalgia yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik, defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik.
113 Myelosuppressive Senyawa yang menghambat aktivitas sum-sum tulang, menimbulkan penurunan sel darah merah dan trombosit
114 Nadir Titik terendah
115 Nefritis Intertisial Penyakit primer atau sekunder pada jaringan interstial ginjal.
116 Neural tube defects Gangguan tubulus saraf
117 Neuropathy Gangguan fungsional atau perubahan patologis pada sistem saraf tepi.
118 Neurotorsisitas Gangguan yang disebabkan oleh paparan senyawa alami maupun buatan yang bersifat toksik pada sistem saraf.
119 Neutropenia Gangguan pada sistem hematologi yang ditandai dengan jumlah granulosit neutrofil yang sangat rendah
120 Non Hodgkin’s lymphoma Lymphoma Non Hodgkin merupakan kelompok kanker yang timbul mulai dari limfosit, salah satu tipe sel darah putih.Tipe ini dibedakan dari Lymphoma Hodgkin dari sifat patologi, epidemiologi, organ yang terlibat, pengaruhnya terhadap tingkah laku dan perawatannya.Lymphoma jenis ini berkembang pada organ yang berhubungan dengan sistem limfe (limpa, limfe node dan tonsil), Beberapa kasus diawali dengan infiltrasi terhadap limfe node, pada kasus lain infiltrasi diawali pada organ limfe lain.
121 NS (Normal Saline) Larutan NaCl fisiologis 0,9%
122 OHO (Obat Hipoglikemik Oral) Obat untuk menurunkan kadar gula darah yang diberikan secara oral.
123 Oksitoksik obat yang dapat menyebabkan oksitosia (kelahiran yang cepat)
124 Onset Mulai kerja
125 Osteorekrosis Disebut juga avaskular nekrosis atau nekrosis tulang yaitu penyakit yang disebabkan hilangnya suplai darah ke tulang yang bersifat sementara maupun permanen
126 Osteosarcoma atau Osteosarkoma Neoplasma tulang primer yang ganas dan terdiri atas stroma jaringan penyambung ganas dengan adanya osteoid ganas, pembentukan tulnag atau kartilago.
127 OTC drug (Over The Counter drug) Obat yang dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter
128 Pansitipenia Depresi semua sel darah secara abnormal
129 Paralisis Kehilangan atau gangguan fungsi motorik pada suatu bagian akibat lesi pada mekanisme saraf atau otot.
130 Paranoia Proses gangguan pikiran yang ditandai dengan rasa takut atau khawatir yang berlebihan.
131 Parathesia Perasaan sakit atau tidak nyaman, abnormal seperti kesemutan, rasa terbakar atau berkeringat.
132 PBL (Peripheral Blood Lymphocites) Limfosit perifer darah yaitu jumlah limfosit matang yang bersirkulasi dalam darah
133 Pemerian Deskripsi
134 Penyakit Kawasaki (sindrom mukokutan limfa node) Penyakit yang menyerang anak-anak, pertama kali terjadi di Jepang tetapi sekarang sudah tersebar di seluruh dunia. Bagian tubuh yang dipengaruhi adalah limfa node, kulit, arteri koroner jantung. Penyakit ini diawali dengan demam, rasa capek dan terkadang nyeri pada lambung. Kemudian terjadi ruam dan beberapa hari kemudian terjadi konjungtivitas, dan perubahan membran mukosa menjadi merah, lidah merah dan kering. Kelenjar limfa di leher membesar.
135 PFTs (Pulmonary Function Tests) Tes fungsi paru-paru
136 Porfiria Kelompok gangguan metabolisme porfirin yang ditandai dengan peningkatan pembentukan dan ekskresi senyawa porfirin atau prekursor. Gejala yang timbul adalah sakit perut, yang mungkin parah dan gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare atau konstipasi, peningkatan tekanan darah, denyut jantung, rasa lelah pada otot,sensitif terhadap cahaya, bentol pada kulit dan rasa gatal, warna urin berubah menjadi karena ekskresi porfirin dan gangguan mental seperti depresi.
137 Posisi Trendelenburg Posisi berbaring pada tempat yang datar, dimana posisi kepala lebih rendah daripada pelvis.Posisi ini adalah posisi standar untuk pembedahan abdominal atau ginekologi.
138 Post marketing /case report Laporan setelah pemasaran
139 Potensial Emetik Senyawa yang berpotensi untuk menimbulkan muntah
140 Pruritus Gatal pada kulit yang menyebabkan timbul keinginan untuk menggaruknya. Rasa gatal ini bisa disebabkan oleh kulit yang kering sampai kemungkinan adanya kanker.
141 Psikofarmaka obat yang bekerja pada fungsi psikologis dan status kejiwaan.
142 PVR (Pulmonary Vascular Resistance) Resistensi Vaskular Sistemik yaitu resistensi pada pembuluh darah paru-paru yang cukup kuat untuk mengalirkan darah melalui sistem sirkulasi.
143 QRS complex Struktur yang berhubungan dengan depolarisasi jantung pada elektrokardiogram
144 QTc Interval QT pada elektrokardiogram yang sudah dikoreksi kecepatannya.
145 RA (Rheumatoid Arthritis) Artitis Rematik
146 Rash (Ruam) Perubahan pada kulit, meliputi perubahan warna dan teksture.
147 Recovery Pemulihan
148 Redistribution fat Kondisi medis yang ditandai dengan kehilangan lemak (atau terkadang penambahan lemak), umumnya di dagu atau wajah.
149 Relaksan Otot Perifer obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada otot rangka
150 Retikulositosis Kondisi dimana terjadi peningkatan retikulosit.Kondisi ini umu terlihat pada anemia.  Retikulosit adalah sel darah merah yang belum matang yang biasanya timbul saat terjadi regenerasi sel darah merah yang rusak.
151 Rigidity Nuchal Kekakuan pada tengkuk atau tulang belakang
152 RNA (Ribonucleic Acid) Asam ribonukleat yaitu polimer asam nukleat yang mengandung monomer nukleotida yang berperan dalam translasi informasi genetik dari DNA menjadi protein.
153 Scleroderma Pengerasan dan penebalan kulit yang mungkin ditemukan pada beberapa penyakit yang berbeda, dapat terjadi dalam bentuk terlokalisasi atau umum.
154 Seizure Serangan mendadak atau kekambuhan penyakit,episode tunggal epilepsi, sering diberi nama menurut gambaran tipenya.
155 Serum Sickness Reaksi  terhadap anti serum turunan dari sumber hewan. Merupakan reaksi hipersensitifitas tipe 3 (hipersensitif imun kompleks). Reaksi ini terjadi setelah sepuluh hari pemaparan terhadap anti serum dengan reaksi mirip reaksi hipersensitifitas,
156 SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase atau sering disebut AST : Serum Aspartate Aminotransferase)
157 SGPT (Serum Glutamat Pyruvic Transaminase) Serum Glutamat Piruvat Transaminase atau sering disebut ALT :Serum  Alanin Aminotransaminase)
158 SIADH (Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone) Kondisi  yang umum terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena luka pada sistem saraf pusat. Sindrom ini ditandai dengan ekskresi hormon antidiuretik atau vasopressin yang sangat sedikit dari kelenjar posterior pituitari atau sumber lainnya.Keadaan ini menyebabkan hiponatremia atau terkadang kelebihan cairan.
159 SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) Kematian tiba-tiba pada bayi, umumnya terjadi pada larut malam tanpa penyebab pastinya, namun diduga penyebabnya adalah infeksi virus dan reaksi alergi.
160 Sindrom Stevens Johnson Sindrom yang bersifat parah dan mengancam kehidupan. Merupakan reaksi hipersensitifitas kompleks yang menyebabkan lesi pada kulit dan ulserasi pada mata dan membran mukosa.Sindrom ini disebabkan oleh infeksi (infeksi karena virus seperti herpes simpleks, mumps, influenza, histoplasmosis, tumor (karsinoma, limfoma), reaksi alergi obat (flukonazol, valdecoxib, penisilin, barbiturat, penisilin, sulfa, fenitoin, lamotigrin, niverapin, ibuprofen, ethoxusimide dan karbamazepin dan 50% tidak diketahui penyebabnya.
161 Sistem Imun sistem pertahanan/kekebalan tubuh
162 SK Subkutan
163 SLE (Systemic Lupus  Erythematosus) Penyakit inflamasi dari jaringan, merupakan gangguan autoimun ; tubuh tidak dapat membedakan sel tubuhnya dan sel asing.
164 Somnolentia atau Somnolence Perasaan mengantuk yang tidak normal
165 SSP Susunan Saraf Pusat
166 ST wave Gelombang yang menghubungkan kompleks gelombang QRS dan T pada elektrokardiogram
167 St. John’s Wort Nama lain untuk Hypericum perforatum, ekstrak hypericum standar digunakan untuk pengobatan depresi dan gangguan ansietas.
168 Stenosis Penyempitan abnormal pada pembuluh darah atau organ tubular atau struktur
169 Stupor Tingkat kesadaran yang menurun, dalam psikiatri, gangguan yang ditandai dengan penurunan responsivitas.
170 Superfisial Permukaan
171 SVR (Systemic Vascular Resistance) Resistensi Vaskular Sistemik yaitu resistensi pada sirkulasi perifer yang cukup kuat untuk mengalirkan darah melalui sistem sirkulasi.
172 SWFI (Sterile Water For Injection) Air steril untuk injeksi
173 T cell (Sel T) Salah satu jenis limfosit yang bertanggung jawab terhadap imunitas yang diperantarai selular dan hipersensitivitas tipe lambat.
174 Tes Coombs Tes Antiglobulin yaitu uji klinik darah yang digunakan dalam imunohematologi dan imunologi.Tes Coombs dibagi menjadi dua : tes Coombs langsung dan tes Coombs tidak langsung. Tes Coombs langsung digunakan untuk mendeteksi sel darah merah yang disensitisasi dengan antibodi IgG, autoantibodi IgG dan protein komplemen. Tes ini akan mendeteksi antibodi yang berikatan dengan permukaan sel darah merah secara in vivo. Sel darah merah dicuci (untuk menghilangkan plasma pasien) dan dinkubasi dengan reagen Coombs. Jika terjadi aglutinasi, tes Coombs positif. Tes Coombs tidak langsung digunakan untuk tes prenatal pada wanita hamil dan tes ini dilakukan sebelum transfusi darah. Tes ini mendeteksi antibodi melawan sel darah merah yang tidak berikatan pada serum pasien. Pada tes ini, serum diekstraksi dari darah, dan serum diinkubasi dengan sel darah merah yang tidak diketahui sifat antigennya, Jika terjadi aglutinasi, tes tidak langsung Coombs positif.
175 Thrombositopenia Menurunnya jumlah trombosit dalam darah.
176 TIA (Transient Ischemic Attacks) Serangan iskemik pendek
177 Torsade de pointes Takikardia ventrikular yang ditunjukkan oleh perubahan karakteristik elektrokardiogram yaitu terbentuknya komplek QRS yang berbelok-belok di sekitar garis dasar isoelektrik elektrokardiogram.
178 Tremor Gerakan tangan yang tidak disadari, bolak balik dan ritmik, mungkin juga mengenai suara dan bagian lain.
179 Tromboflebitis Inflamasi vena yang berhubungan dengan pembekuan darah atau trombus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s