Ulkus Lambung yang disebabkan Helicobacter pylori

Apa itu Helicobacter pylori Helicobacter adalah suatu bakteri spesifik berbentuk pleomorfik, yaitu dapat ditemui dalam beberapa bentuk. Dalam keadaan normal akan berbentuk spiral atau batang bengkok, tetapi dalam keadaan kurang menguntungkan (kultur yang telah lama) akan berbentuk kokoid (sferis). Pada keadaan tertentu H. pylori ini ditemukan pada mukosa lambung. Merupakan kuman patogen, yang dapat menyebabkan infeksi menahun pada epitel mukosa lambung. Infeksi ini dapat terus berkembang menjadi suatu penyakit, seperti misalnya dispepsia (perut terasa panas, kembung dan mual), gastritis (radang pada lambung), ulkus lambung dan usus 12 jari (duodenum), bahkan berperan pada terjadinya keganasan pada lambung. Pada saat makanan ditelan, lalu melewati esophagus kemudian keluar ke bagian atas dari lambung, asam di lambung akan membantu menghancurkan makanan menjadi lebih halus. Bagian paling sempit dari lambung yang letaknya di bagian bawah lambung disebut antrum. Antrum ini selalu berkontraksi dengan kuat, sehingga makanan tergiling dan terdorong masuk ke dalam usus halus. Duodenum adalah bagian pertama dari usus halus. Lambung termasuk juga antrum dilapisi suatu lapisan mukosa yang gunanya melindungi lambung tersebut dari asam lambung. Alkohol, aspirin dan obat-obatan artritis seperti ibuprofen dapat merusak lapisan mukosa pelindung. akibatnya asam lambung yang kuat tersebut dapat melukai lambung. Selain itu juga kortikosteroid, merokok dan stres dapat menjadi pencetus pula. Sampai pertengahan tahun 1980-an, diyakini bahwa satu atau lebih dari faktor-faktor diatas bekerja mempengaruhi terjadinya gastritis dan ulkus. Setelah itu bukti-bukti menjelaskan Helicobacter pylori merupakan penyebab terbesar dari penyakit ini. H. pylori adalah bakteri yang mudah hancur, ditemukan saat keadaan normal yaitu di lapisan mukosa pelindung yang terdapat pada lambung Bakteri-bakteri itu berjejer pada sel-sel lambung. Mukosa yang melindungi lambung dari asam lambung juga melindungi H. pylori. Bakteri ini menetap di lambung, tidak menyebar seperti pada bakteri lainnya. Pada keadaan infeksi, sel darah putih akan bergerak ke area luka, dan berjuang melawan infeksi tersebut, pada saat itu tubuh akan membentuk antibodi H. pylori.
Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s