MENINGITIS BAKTERIAL

Meningitis bakterial merupakan salah satu jenis penyakit infeksi pada selaput pembungkus otak atau meningen serta cairan yang mengisi ruang subarakhnoid. Meningitis bakterial merupakan penyakit yang serius atau penyakit kedaruratan medik apabila tidak ditangani dengan baik dan tepat.

Penyebab

Etiologi atau penyebab dari meningitis sebagian besar disebabkan oleh bakteri, dan selebihnya disebabkan oleh virus, parasit serta jamur. Dari hasil laporan kasus, bakteri penyebab meningitis terbanyak disebabkan oleh: Hemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis.

Faktor Risiko

Meningitis paling sering menyerang anak-anak usia 1 bulan- 2 tahun. Wabah meningitis meningokokus bisa terjadi dalam suatu lingkungan, misalnya perkemahan militer, asrama mahasiswa atau sekumpulan orang yang berhubungan dekat.

Patofisiologi

Patofisiologi terjadinya meningitis bakterialis, telah diperlihatkan pada percobaan binatang. Pada awalnya infeksi tersebut terjadi akibat dari masuknya bakteri patogen yang telah berkoloni di mukosa nasofaring pada selaput leptomeningeal (jaringan arakhnoid dan ruang subaraknoid) melalui darah. Bakteri patogen penyebab biasanya memiliki ciri berkapsul.

Setelah membentuk koloni di rongga nasofaring, bakteri yang berkapsul itu memasuki lapisan epitel dan langsung menuju ke aliran darah. Kapsul pada bakteri itulah yang menghambat proses fagositosis oleh neutrofil dan antibodi yang dibentuk oleh tubuh. Dari proses penghambatan itulah bakteri patogen meningeal memperlihatkan kemampuan untuk mempertahankan proses bakteremianya.

Pada tahap akhir, bakteri dalam darah akan mencapai selaput leptomening dan ruang subarakhnoid yang hingga saat ini belum diketahui secara jelas prosesnya.

Gejala dan Tanda

Akut, fulminan, dengan tanda-tanda khas “trias klasik” (3 tanda klasik) yang berupa: demam, kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Tanda-tanda kaku kuduk biasanya sulit ditemukan pada keadaan tertentu seperti pada orang tua, neutropenia, gangguan imunologi serta pada neonatus.

Selain tiga tanda diatas mual, muntah, kejang, fotofobia dan pada bayi sering ditemukan bulging (benjolan) pada fontanela bayi atau neonatus. Apabila ditemukan dalam keadaan koma, prognosinya akan buruk, dimana hal ini ditemukan pada 5-10 % kasus yang ada.

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang paling efektif untuk terapi Meningitis bakterialis adalah dengan diberikan antimikroba segera setelah diagnosis ditegakkan. Beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan dalam pemakaian antimikroba adalah faktor yang mempengaruhi bertambahnya kekuatan penetrasi dan konsentrasi dari antibiotik, yaitu dengan memperhatikan peningkatan permeabilitas dari sawar darah otak, karakteristik dari antibiotiknya sendiri.

Untuk faktor pemilihan antibiotik yang harus diperhatikan adalah ukuran dari molekul antibiotik harus kecil, memiliki ikatan terhadap protein plasma lemah, pH fisiologi pada saat terjadi ionisasi juga harus lemah serta memiliki tingkat solubilitas yang tinggi terhadap lemak. Selain faktor diatas masih perlu juga memperhatikan faktor-faktor yang dapat mengurangi aktivitas antibiotik seperti rendahnya pH dalam cairan, tingginya konsentrasi protein dalam cairan serta tingginya temperatur cairan.

Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s