LUKA

Luka adalah kerusakan pada struktur anatomi kulit yang menyebabkan terjadinya gangguan kulit. Contoh yang paling mudah jika jari tangan kita tersayat oleh pisau, maka luka yang timbul akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada kulit sehingga kulit tidak lagi dapat melindungi struktur yang ada dibawahnya.

Penyebab

Jenis-jenis luka Luka iris/luka sayat: biasanya disebabkan oleh pisau, silet, pecahan kaca atau benda tajam lainnya. Umumnya luka jenis ini bagian pinggirnya bersih dan lukanya tidak terlalu dalam. Luka robek (Laserasi): Luka dengan bentuk sayatan yang tidak beraturan (karena faktor ketidaksengajaan/kecelakaan) Umumnya terjadi perdarahan yang cukup berat. Luka operasi: Merupakan luka iris/luka sayat yang sengaja dibuat untuk keperluan pengobatan. Selain bentuk sayatannya yang lebih beraturan, luka ini juga merupakan luka yang paling steril dan paling cepat pulih. Luka lecet (abrasi): Terjadi bila kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar dan keras, sehingga menyebabkan hilangnya sebagian lapisan kulit dan robeknya pembuluh darah. Biasanya luka mengeluarkan darah. Luka tusukan: Luka berupa lubang kecil akibat tusukan paku, gigi atau benda tajam lainnya. Jarang menimbulkan perdarahan yang hebat tetapi bisa menyebabkan luka yang dalam. Luka bakar: Terjadi jika kulit terbakar oleh api, air panas, bahan kimia, sinar matahari ataupun arus listrik. Berat, kedalaman dan luasnay bervariasi. Luka terinfeksi: Terjadi jika suatu luka terkontaminasi oleh debu atau bakteri. setiap jenis luka bisa terinfeksi, apalagi bila tidak dirawat dengan baik. Luka yang lebih mudah terkontaminasi adalah luka yang yang dalam (luka tusuk). Luka dalam (luka tusuk) lebih sulit untuk dibesihkan dan kotoran bisa masuk lebih jauh kedalam kulit sehingga akan menjadi ladang yang subur bagi tumbuhnya kuman-kuman penyebab infeksi.

Gejala dan Tanda

Tahap pemulihan luka 1. Stadium Peradangan – Luka teraba hangat – luka tampak bengkak dan kemerahan – terbentuk keropeng – berlangsung selama 4-5 hari. 2. Stadium pembelahan sel – Pembentukan jaringan granulasi, pengkerutan luka, dan epitelialisasi – luka tampak merah dan mengkerut – berlangsung 4 hari – 4 minggu 3. Stadium pematangan – Pembentukan pembuluh darah ke daerah luka semakin berkurang – mulai terbentuk serat-serat kolagen – luka tampak sebagai jaringan parut yang warnanya pucat. Bila luka disertai dengan tanda-tanda ini, maka sebaiknya segera ke dokter atau rumah sakit. – merah , bengkak, nyeri tekan, teraba hangat – nyeri berdenyt atau nyeri bila ditekan – bernanah – mengeluarkan bau busuk – teraba benjolan di ketiak, lipat paha atau leher – demam Terkadang luka tidak segera sembuh. Kontaminasi dan infeksi bakteri, kerusakan jaringan yang luas serta terganggunya aliran darah ke daerah luka akan memperlambat terjadiya penyembuhan luka. Selain itu, pemulihan luka juga dipengaruhi oleh status gizi, sistem kekebalan tubuh dan kebiasaan buruk lainnya (misalnya merokok).
Penatalaksanaan
Perawatan luka: Tujuan utama dari perawatan luka adalah mengembalikan fungsi dari bagian tubuh yang terluka, mengurangi risiko terjadinya infeksi dan meminimalkan terbentuknya bakas luka,. Untuk merwat sendiri luka yang ringan dan tidak terlalu luas, ada beberapapanduan dasar yang dapat diterapkan: 1. mencuci tangan 2. membersihkan luka 3. membersihkan kulit disekitar luka 4. menutup luka 5. mengganti perban sesering mungkin 6. pemakaian gel yang mengandung antibiotik.
Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s