CHIKUNGUNYA DISEASE

Kata “chikungunya” berasal dari bahasa Swahili (Afrika) yang berarti menekuk, mencerminkan gaya tubuh/posisi penderita pada saat merasa nyeri sendi yang hebat. Demam Chikungunya adalah penyakit di daerah tropis seperti Asia dan Afrika. Penyakit itu pertama kali dikenal tahun 1952 di Afrika Timur. Meskipun ada juga yang mengatakan bahwa sekitar tahun 1779 telah ditemukan gejala seperti itu di Batavia.

Penyebab

Arbovirus famili Togaviridae genus Alpha virus, dengan perantaraan nyamuk Aedes.

Faktor Risiko

Perubahan musim hujan, ketika banyak air yang tergenang.

Patofisiologi

Demam Chikungunya mempunyai masa inkubasi (periode sejak digigit nyamuk pembawa virus hingga menimbulkan gejala) sekitar 2 hingga 4 hari. Setelah masa inkubasi tersebut, gejala yang ditimbulkan -mirip dengan gejala penyakit Demam Berdarah- adalah demam tinggi (39 – 40 derajat Celsius), menggigil, dan sakit kepala.

Gejala dan Tanda

Gejala yang paling menonjol pada kasus ini adalah nyeri pada setiap persendian (poliarthralgia) terutama pada sendi lutut, pergelangan kaki dan tangan, serta sendi-sendi tulang punggung. Radang sendi yang terjadi menyebabkan sendi susah untuk digerakkan, bengkak dan berwarna kemerahan. Itulah sebabnya postur tubuh penderita menjadi seperti membungkuk dengan jari-jari tangan dan kaki menjadi tertekuk (chikungunya).

Gejala lain adalah munculnya bintik-bintik kemerahan pada sebagian kecil anggota badan, serta bercak-bercak merah gatal di daerah dada dan perut. Muka penderita bisa menjadi kemerahan dan disertai rasa nyeri pada bagian belakang bola mata. Meskipun gejala penyakit itu bisa berlangsung 3-10 hari (kemudian sembuh dengan sendirinya), tetapi tidak dengan nyeri sendinya yang bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Komplikasi

Perbedaan utama dengan penyakit demam berdarah adalah soal kefatalannya yang menyebabkan kematian. Penyakit demam Chikungunya adalah penyakit yang jarang menyebabkan kematian. Perbedaan lain adalah demam Chikungunya bisa menginfeksi seluruh anggota keluarga.

Juga serangan demam Chikungunya mendadak dengan masa demam lebih pendek, suhu lebih tinggi, dan hampir selalu disertai bintik-bintik kemerahan, mata merah, dan lebih sering dijumpai nyeri sendi (bukan kelumpuhan). Pada demam Chikungunya hampir tidak pernah terjadi perdarahan organ dalam seperti pada saluran cerna atau pun syok karena perdarahan.Persamaannya adalah uji tourniquet bisa positif, dan timbul bintik-bintik perdarahan, serta mimisan

Pencegahan

Satu-satunya cara menghindari gigitan nyamuk karena vaksin demam Chikungunya belum ada, adalah dengan mencegah kita digigit nyamuk Aedes. Selain itu bisa dilakukan pemberantasan vektor nyamuk dewasa maupun membunuh jentik nyamuk. Pemberantasan vektor nyamuk dewasa bisa dilakukan dengan racun serangga atau pengasapan/fogging dengan malathion sedangkan abatisasi digunakan untuk memberantas jentik pada TPA (tempat penampungan air). Sarang nyamuk diberantas dengan cara PSN.

  1. Abatisasi
    Tujuan abatisasi agar kalau sampai telur nyamuk menetas, jentik nyamuk tidak akan menjadi nyamuk dewasa. Semua TPA yang ditemukan jentik Aedes aegypti ditaburi bubuk abate sesuai dengan dosis satu sendok makanan peres (10 gram) abate untuk 100 liter air. Bubuk abate juga dituang di bak mandi.

    Konsekuensinya, kita jangan menyikat bak/TPA tersebut selama kurang lebih tiga bulan karena lapisan abate yang sudah terbentuk di dinding, yang berpotensi membunuh jentik nyamuk mampu bertahan sampai tiga bulan. Jika dinding TPA/bak mandi disikat sebelum tiga bulan, lapisan abate akan terkelupas dan hilang. Meskipun abatisasi bisa dilakukan di semua tempat penampungan air, secara bijaksana kita bisa melakukan abatisasi di tempat-tempat yang berpotensi nyamuk bersarang dan bertelur besar. Yaitu di tempat-tempat yang jarang digunakan atau diganti airnya. Untuk tempat-tempat lain bisa dilakukan pengurasan setiap tiga hingga tujuh hari.

  2. Pemberantasan Sarang Nyamuk
    PSN adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam membasmi jentik nyamuk Aedes dengan cara 3M, yaitu sebagai berikut :
    a. Menguras secara teratur, terus-menerus seminggu sekali, mengganti air secara teratur tiap kurang dari seminggu pada vas bunga, tempat minum burung, atau menaburkan abate ke TPA
    b. Menutup rapat-rapat TPA
    c. Mengubur atau menyingkirkan kaleng-kaleng bekas, plastik dan barang-barang lainnya yang dapat menampung air hujan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
    d. Khusus di tempat pasca-kebakaran (seperti Pasar Tanah Abang) harus segera dibersihkan dari wadah-wadah yang bisa menampung air.
    4. Proteksi diri dengan salep atau gunakan kawat nyamuk

    Tidak seperti nyamuk-nyamuk yang lain, nyamuk itu menggigit pada siang hari. Untuk mencegahnya kita bisa menggunakan salep atau minyak yang dioles di bagian tubuh yang terbuka. Selain menggunakan salep untuk mencegah gigitan nyamuk, kita bisa menggunakan minyak sereh. Cara lain adalah dengan menggunakan kawat nyamuk di pintu-pintu dan jendela rumah.

  3. Bersihkan halaman dan kebun di sekitar rumah
    Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

    Dengan melakukan hal-hal di atas, sebenarnya kita sudah melakukan perlindungan tidak hanya pada demam Chikungunya tetapi juga demam berdarah yang lebih fatal dan mematikan. Tidak mustahil penyakit Demam Chikungunya datang bersama-sama dengan penyakit demam berdarah.

Penatalaksanaan

Umumnya penyakit virus adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Begitu pula dengan penyakit demam Chikungunya. Dalam waktu 10 hingga dua minggu penderita sudah akan sembuh. Pengobatan yang diberikan adalah pengobatan simptomatik, yaitu hanya mengurangi gejalanya saja seperti gejala demam diberi obat penurun panas, gejala nyeri sendi juga bisa diberikan obat pengurang nyeri, dan lain-lain.

Disarankan juga agar penderita banyak beristirahat dan konsumsi makanan yang bergizi, agar bisa mempercepat penyembuhan. Obat golongan vitamin bisa digunakan untuk itu menambah daya tahan tubuh. Untuk perawatan di rumah, penderita dianjurkan untuk banyak minum, jika demamnya tinggi bisa kompres untuk menurunkan panas.

Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s