ANTRAX

Anthrax biasanya mengenai hewan-hewan di hutan atau mengenai hewan ternak, tetapi dapat pula mengenai manusia jika terpapar terhadap binatang yang terinfeksi oleh kuman B. anthracis.

Penyebab

Penyakit Anthrax adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman gram positif yakni Bacillus anthracis. Bakteri ini selain dapat menjadi endemik dalam suatu daerah dikarenakan kemampuannya membentuk spora sehingga tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan juga potensial dapat digunakan sebagai senjata biologis yang bersifat mematikan dan bersifat masal sehingga sering menjadi isu yang cukup penting dan berbahaya.

Penyebaran bakteri anthrax melalui saluran nafas (inhalan) pada awalnya timbul gejala seperti influenza selanjutnya sesak nafas dan dapat terjadi syok, anthrax pada saluran nafas ini biasanya bersifat fatal.

Sekitar 25% – 60% dari kasus anthrax yang disebarkan melalui saluran cerna dapat menimbulkan kematian, gejala awal dari penyakit ini adalah adanya tanda-tanda peradangan akut dari saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut dan selanjutnya bahkan dapat terjadi muntah darah.

Faktor Risiko

Mengkonsumsi daging yang terkontaminasi kuman Bacillus anthracis.

Gejala dan Tanda

Gejala penyakit ini timbul sekitar 7 hari setelah terinfeksi bakteri anthrax. Hampir 95% penyakit ini disebarkan melalui kontak kulit yang mengalami abrasi (kulit yang lecet), kulit yang terinfeksi ini pada mulanya ada rasa gatal, seperti gigitan nyamuk, 1-2 hari kemudian menjadi bentuk vesikel (bintik berair) dan kemudian menjadi ulkus dengan diameter 1- 3 cm yang ditandai dengan adanya jaringan mati pada tengahnya.

Pembesaran kelenjar limfa pada daerah yang dekat perluaan sering terjadi pembesaran. Sekitar 20 % dari kasus yang tidak mendapat pengobatan yang adekuat.

Pencegahan

Penyakit anthrax ini dapat dicegah tertama dengan mencegah mengkonsumsi daging ataupun produk lain, dari hewan yang terinfeksi oleh bakteri anthrax, selain itu dapat juga dengan vaksinasi khususnya orang-orang dengan resiko tinggi terkena infeksi penyakit anthrax. Keberhasilan vaksinasi in mencapai 93%.
Penatalaksanaan
Sebagian besar infeksi bakteri anthrax sensitive terhadap antibiotik golongan B laktam, akan tetapi bakteri ini sering menghasilkan enzim B laktamase, sehingga obat tunggal penicillin maupun sefalosporin tidak dianjurkan.

Seorang yang terkena anthrax secara inhalan (lewat saluran nafas) dapat diberikan Ciprofloxacin 500 mg dua kali sehari atau Doxycycline 100 mg dua kali sehari selama 60 hari. Amoxicillin (Kalmoxillin) tiga kali sehari dapat diberikan jika terdapat kontra indikasi terhadap penggunaan Ciprofloxacin dan Doxycyclin.

Cutaneus anthrax dapat diberikan terapi dengan Ciprofloxacin 500 mg 2 kali sehari atau Doxycyclin 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari. Pengobatan diperpanjang sampai 60 hari jika dicurigai adanya infeksi yang bersamaan dengan anthrax inhalan.

Cutaneus anthrax dengan odema yang berat dan gejala sistemik seperti pada Anthrax inhalan dan Gastrointestinal anthrax, dianjurkan untuk pemberian obat secara intravena dengan 2 – 3 macam: Ciprofloxacin 400 mg/ 12 jam atau Doxycycline 100 mg/ 12 jam dan dapat dikombinasikan dengan Penicillin, Rifampicin, Vancomycin, Clindamycin atau Chlaritromycin.

Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s