KONSTIPASI

Konstipasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat buang air besar (BAB) seperti biasanya. Walaupun tidak ada ketentuan berapa kali seseorang harus BAB, tetapi lazimnya frekuensi BAB seseorang adalah 3 x / hari – 3 x / minggu.

Penyebab

Pada kasus anak, umumnya faktor yang menjadi penyebab adalah kebiasaan menahan / menunda keinginan BAB, sehingga feses menjadi lebih kering dan lebih keras. Kemungkinan lain adalah karena ukuran feses yang terlalu besar.

Sedangkan penyebab konstipasi pada dewasa antara lain adalah :

  • Jumlah serat dalam diet sehari-hari < 30 g / hari.
  • “Irritable bowel syndrome” (IBS) yang mempunyai gejala konstipasi dan diare yang disertai dengan nyeri abdomen.
  • Obat, mis. anti-hipertensi, anti-depresi, suplemen yang mengandung kalsium dan zat besi, dsb.
  • “Transit time” lambat
  • Penyebab kelainan ini tidak diketahui; lebih sering ditemukan pada wanita.
  • Gangguan fungsi otot dasar panggul
  • Terutama dialami oleh wanita yang sudah mempunyai anak.
  • Kanker. Kelainan ini dapat dideteksi dengan kolonoskopi atau enema barium
  • Lain-lain

Gejala dan Tanda

Sulit BAB, BAB keras dan lama, mengedan.

Pencegahan

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi konstipasi pada anak adalah :

  1. Memberikan diet kaya serat : buah, sayur, dll.
    Kebutuhan serat pada anak dapat diketahui dengan cara menambahkan 5 pada usia tersebut.
    Mis. : usia anak = 7 tahun, berarti kebutuhan serat anak tersebut = 7 + 5 = 12 g / hari.
  2. Mengajarkan anak agar mempunyai kebiasaan BAB yang teratur setiap hari. Jangan biarkan anak menahan / menunda keinginan BAB.
  3. Jika perlu, dapat diberikan obat pelunak feses.
Penatalaksanaan

Untuk mengatasi konstipasi pada dewasa dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut :
1. Diet yang benar dan seimbang antara serat, cairan, dll.
2. Latihan BAB secara teratur
3. Laksatif (pencahar). Macam-macam pencahar yang kita kenal :

  • Suplemen serat, mis. psyllium, sterculia, frangula, dll.
  • Pelunak feses – laksatif osmotik, mis. lactulose, sorbitol, dll.
  • Perangsang usus, mis. bisacodyl, dll.
  • Lubrikan, mis. minyak parafin

4. Lain-lain

  • Latihan untuk menguatkan otot-otot dasar panggul.
  • Menggunakan cara BAB yang nyaman menurut penderita : duduk atau jongkok.
  • Obat prokinetik, mis. cisapride.
  • Operasi, biasanya dilakukan pada kasus inersia kolon (sangat jarang).

Pada umumnya, konstipasi dapat diatasi dengan cara yang sederhana, mis. meningkatkan jumlah serat dalam diet, latihan BAB teratur dan menghindari obat-obat yang dapat menyebabkan konstipasi.

Pos ini dipublikasikan di Detail Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s